MUDIK LEBARAN: Menteri PUPR Cek Kesiapan Jalan

11 Juni 2017  |  12:53 WIB
Share this post :
Dua pekan jelang arus mudik Lebaran 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan inspeksi kesiapan jalur mudik lebaran pada Sabtu-Minggu (10-11/6) yang dibagi menjadi dua tim.

Bisnis.com, CIKAMPEK - Dua pekan jelang arus mudik Lebaran 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan inspeksi kesiapan jalur mudik lebaran pada Sabtu-Minggu (10-11/6) yang dibagi menjadi dua tim.

Tim pertama dipimpin langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menelusuri jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) baik jalan nasional maupun jalan tol sedangkan tim kedua dipimpin oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto melihat kesiapan di jalur selatan Jawa.

Kedua tim berangkat pada Sabtu pagi sesuai rutenya dan akan bertemu di Pekalongan. Menteri Basuki bersama Tim Kementerian PUPR yang terdiri dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Danis H. Sumadilaga, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ, Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga  Desi Arryani, Direktur Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, Kepala Pusjatan Deded Permadi, Kepala BBPJN VI Athiyanto, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja dan Tim KSP (Kantor Staf Presiden) langsung menuju Tol Cikampek.

Tiba di km 18 Tol Jakarta-Cikampek sekitar pukul 08.30 WIB , Menteri Basuki menepi sejenak untuk melihat kesiapan parking bay yang dibangun sebagai tambahan penunjang rest area utama. Menteri Basuki meninjau kesiapan parking bay mulai dari kebersihan toilet, kualitas air bersih di tempat wudhu, dan kebersihan mushala.

Ia berpesan untuk pengoperasian parking bay sebagai tempat istirahat sementara harus diatur secara tegas, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan dan pemudik.

"Peraturan penggunaan parking bay tidak boleh lebih dari satu jam, karena memang bukan untuk tempat istrahat berlama-lama. Tapi hanya untuk sebentar saja, untuk pengendara yang membutuhkan toilet setelah itu jalan kembali," ujarnya, Sabtu (10/06).

Parking bay KM 18 Tol Jakarta- Cikampek dibangun dengan kapasitas 70 orang dan mulai dibangun sejak akhir tahun lalu untuk antisipasi meluapnya jumlah kendaraan yg parkir di rest area Km 19.

Menteri Basuki mengatakan, pada saat arus mudik nanti di setiap parking bay akan disiapkan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jeriken kerja sama dengan Pertamina jike diperlukan untuk kondisi darurat. Selain itu juga disediakan pos kesehatan bekerja sama dengan rumah sakit terdekat.

Untuk Tol Jakarta menuju Cikampek, terdapat _parking bay_ pada KM 18, 41, dan 59, sedangkan arah sebaliknya ada di KM 33 dan 58. Pada tol Cipali untuk kedua arah pada KM 78, 153, 133+500, Tol Palikanci 191 +450 dan Tol Pejagan-Pemalang KM 282 +500 pada kedua arah. 

Usai meninjau _parking bay_, tim Kementerian PUPR kembali melanjutkan perjalanan di Tol Jakarta-Cikampek ke arah jalur Pantai Utara (Pantura). Setibanya di gerbang Tol Cikarang Utama, Menteri Basuki kembali menepi sejenak untuk melihat kesiapan pos pemantau arus lalu lintas yang dioperasikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Dalam kesempatan tersebut Menteri Basuki melakukan video conference dengan operator posko pemantauan arus lalu lintas di Gedung Pusat Kemenhub, Jakarta dan menerima penjelasan mengenai kesiapan operasional posko tersebut. Gedung posko pemantauan arus lalu lintas tersebut dilengkapi dengan monitor _real time_ yang disandingkan dengan data perkiraan dari Kemenhub.

"Setelah melihat sejauh ini, saya optimis semua infrastruktur pendukung menghadapi arus mudik Lebaran 2017 dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya hari ini sampai ke Pekalongan saya akan meninjau kesiapan jalan nasional di Jalur Pantura," ujarnya.

Perjalanan kembali dilanjutkan hingga keluar di Gerbang Tol Cikampek menuju arah jalan nasional Pantura. Tidak jauh dari gerbang Tol Cikampek, Menteri Basuki beserta rombongan singgah di Pos Polisi Cikopo untuk melihat kesiapan kordinasi rekayasa lalu lintas dengan pihak Kepolisian.

"Pada saat arus mudik, kordinasi antar lembaga harus dilandasi saling percaya. Itu merupakan suatu keharusan karena itu connected. Validasi data harus mantap, kontak antar lembaga harus jelas," pesan Menteri Basuki usai meninjau posko pemantauan arus lalu lintas Kemenhub

Peninjauan _parking bay_ juga dilakukan Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto yang berada di KM 41 yang sudah dilengkapi fasilitas seperti mushola dan toilet. "Diharapkan pada jam sibuk akan berkurang kemacetan. Kami himbau kepada pengguna agar berbagi setiap 30 menit," tambah Arie.

Pengecekan terhadap pelayanan di jalan tol dilanjutkan di rest area KM 88.Dari hasil pantauan, toilet tersebut cukup besar, bersih serta gratis. Arie menjamin seluruh rest area jalan tol gratis digunakan. Bila masih ada yang melakukan pungutan atas penggunaan toilet maka pada saat penyesuaian tarif tol dapat dilakukan penundaan.

Sementara untuk ruas jalan di Rancaekek, Kabupaten Sumedang yang menjadi daerah langanan banjir, akan disiapkan pompa. Untuk penanganannya akan dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) VI, Ditjen Bina Marga usai lebaran dengan perbaikan drainase, peninggian jembatan yang ada seiring dengan normalisasi Sungai Cikendo dan Cikijing yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Ditjen Sumber Daya Air.

Arie juga meminta agar pemudik yang menuju Semarang tidak hanya terfokus melalui jalan tol. Kementerian PUPR juga telah menyiapkan lintas selatan Jawa dan lintas pantai selatan Jawa (Pansela) yang meskipun jaraknya lebih jauh namun memiliki pemandangan pinggir laut yang indah.